www.java-collections.com

Peluang Usaha Es krim Temulawak


es krim temulawak
Peluang usaha es krim temulawak ini pertama kali di perkenalkan 5 orang mahasiswa Farmasi UGM. Tujuannya adalah untuk membuat sebuah produk alternatif baru yang berbahan baku temulawak, temulawak selama ini sudah dikenal sebagai bahan baku obat traditional. Bahkan pada 14 Juli 2005, pemerintah Indonesia mencanangkan Gerakan Nasional Minum Temulawak (GNMT) guna meningkatkan pemanfaatan temulawak oleh masyarakat yang pada akhirnya akan meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat Indonesia.




Lima mahasiswa UGM ini terdiri dari  Topan Sawitra, Ina Rahmawati, Arum Setianingrum, Widi, dan Khairul Ikhsan yang belum lama ini telah menyelesaikan pendidikan profesi farmasi. Mereka menamakan es krim temulawak mereka dengan nama 'Abilawa', abilawa adalah es krim sarat gizi sebab mempunyai kandungan kurkumin yang tinggi yang berasal dari temulawak. Zat kurkumin diketahui bermanfaat menjaga kesehatan hati (hepatoprotektor), anti oksidan, serta menambah nafsu makan.

“Di dalam membuat es krim Abilawa ini, kami memakai bahan eskrim yang sudah jadi yang dijual dipasaran untuk selanjutnya diolah bersama dengan temulawak,” ujar Khairul. Produk yang telah dilaunching pada 2009 lalu ini, sementara baru di pasarkan secara terbatas di Pasar Minggu Pagi UGM. Berkat inovasi produk es krim ini, Khairul Ikhsan dan rekan-rekannya berhasil memeroleh juara III dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia (PIMFI) 2009.


Cara Membuat Es Krim Temulawak

Cara membuat eskrim temulawak ternyata tidaklah sulit dan cukup sederhana, tidak jauh berbeda dengan cara membuat es krim pada umumnya. Bahan utamanya sebanyak 0,5 kg serbuk temulawak yang diolah dengan mencampurkannya dengan air panas, kemudian disaring. Selanjutnya, air saringan ditambahkan dengan jeruk nipis dan didinginkan. Hasil olahan dari temulawak ini kemudian diaduk bersama dengan bahan es krim yang sudah jadi yang banyak tersedia di pasaran.

Bila anda bisa sedikit repot, anda bisa membuat sendiri bahan es krim. Keuntungannya kita bisa mengontrol kwalitas es krim dan rasa yang di inginkan. Berikut cara membuat es krim yang di inovasikan menggunakan sari temulawak.

Bahan Bahan Eskrim temulawak
  • Serbuk temulawak 500 gram
  • Susu sapi murni 1 liter,
  • Vanili
  • Gula
  • Telur
  • Perasa Coklat (terserah selera)

Cara membuat es krim temulawak
1. Rebus susu sapi, ambil bagian kepala susunya (sahne) atau bisa langsung membeli kepala susu.
2. Serbuk temulawak di tambahkan dengan air panas, kemudian disaring.
3. Hasil saringan serbuk temulawak ditambah dengan jeruk nipis dan didinginkan.
4. Telur + gula + vanili dikocok hingga rata
5. Campurkan semua adonan dalam sebiah panci, panaskan dan aduk sampai mengental
6. Ada 3 pilihan cara kerja yaang bisa dilakukan dalam membuat es krim (proses pembekuan):
  1. Adonan dimasukkan dalam es krim maker (pembuat es krim / jika ada)
  2. Adonan dipindahkan ke dalam freezer (Gefrierfach), setiap 1 jam diaduk, supaya tidak terjadi pengkristalan es. Sesudah 3-4 kali pengadukan, tidak perlu diaduk kembali. Bila es krim temulawak yang jadi terlalu keras/liat, sebaiknya 10 menit dikeluarkan sebelum disantap.
  3. Mixer adonan pada wadah platik/baskom lalu wadah tersebut masukkan pada baskom yang lebih besar dan isi dengan es batu.
7. Adonan yang sudah jadi dituang dalam cetakan es krim dan masukkan ke dalam freezer.
8. Tunggu sampai cukup mengeras.

Bahan-bahannya dapat kita temukan di swalayan atau toko bahan kue di pasar tradisional. Kita bisa juga menambahkan rasa : pandan, vanila, stroberi dan lainnya.

Lima mahasiswa UGM tersebut sudah memberikan sumber inspirasi yang sangat berharga bagi bangsa ini. Saatnya kita sebagai pengusaha UKM memanfaatkan peluang usaha es krim temulawak ini dan meningkatkan hasil panen budidaya temulawak dalam produk yang baru. selamat mencoba dan salam ukm.
Leer completo...

Peluang Usaha Serbuk Kayu Gergajian untuk Budidaya Jamur Tiram


Peluang Usaha Serbuk Kayu Gergajian untuk Budidaya Jamur Tiram
Serbuk kayu gergajian merupakan salah satu produk sampingan hasil hutan dan industri kayu. Serbuk kayu gergajian yang selama ini menjadi limbah bagi usaha penggergajian kayu kini bisa dijadikan menjadi berbagai peluang usaha dan industri kreatif.




Peluang Usaha Serbuk Kayu Gergajian untuk Budidaya Jamur Tiram

Dalam beberapa hasil penelitian menunjukkan, serbuk kayu gergajian bisa memiliki nilai lebih guna pengembangan komoditas pertanian sebab sangat cocok sebagai media budi daya jamur, terutama jenis jamur tiram (Pleurotus ostreatus). Jamur tiram sudah sangat populer di masyarakat sebagai bahan makanan yang lezat dan disukai serta bergizi sebab mengandung protein, lemak, besi, fosfor, thiamin, riboflavin, niacin, kalsium, kalium, fosfor, natlium dan besi yang relatif tinggi.

Peluang Usaha Serbuk Kayu Gergajian untuk Budidaya Jamur Tiram
Permintaan pasar akan jenis jamur ini terus meningkat, seiring dengan naiknya harga jual dari jamur tiram tersebut yang bisa mencapai Rp 9.000 - Rp 10.000/kg. Namun teknik budidaya jamur tiram masih  belum banyak diketahui masyarakat. Untuk itu  sangat perlu memperkenalkan teknik budidaya sederhana yang memanfaatkan sumberdaya lokal yang belum terberdayakan dalam rangka mengoptimalkan sumberdaya, meningkatkan nilai tambah limbah serbuk kayu, sebagai diversifikasi usaha yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dari kandungan serbuk kayu tersebut ada yang berguna dan membantu pertumbuhan jamur, namun terdapat juga yang menghambat pertumbuan jamur. Kandungan yang dibutuhkan bagi pertumbuhan jamur antara lain karbohidrat, lignin, dan serat, sedangkan faktor yang menghambat antara lain adanya getah dan zat ekstraktif (zat pengawet alami yang terdapat pada kayu). Oleh sebab itu serbuk kayu yang digunakan untuk budidaya jamur sebaiknya berasal dari jenis kayu yang tidak banyak mengandung zat pengawet alami, tidak busuk dan tidak ditumbuhi oleh jamur atau kapang lain. Serbuk kayu yang baik adalah serbuk yang berasal dari kayu keras dan tidak banyak mengandung minyak ataupun getah.

Peluang Usaha Serbuk Kayu Gergajian untuk Budidaya Jamur Tiram masih sangat menguntungkan, serbuk kayu gergaji juga lebih mudah ditemui dibandingkan media lain seperti sekam yang memerlukan waktu tertentu. Harga serbuk kayu di tempat gergajian berkisar antara Rp 5.000 - Rp 6.000 perkarung dan selalu tersedia sepanjang waktu. Bagi pemilik gergajian kayu, harga tersebut bisa dibilang cukup lumayan untuk sebuah barang buangan. Dan bagi pengusaha jamur tiram, serbuk kayu gergaji masih menjadi media terbaik saat ini.

Analisa usaha budidaya jamur tiram memakai serbuk kayu gergajian.

Biaya pembuatan kumbung 10.000 Baglog (termasuk serbuk kayu)   Rp    2.000.000
Biaya pembelian bibit 1.500 X 10.000     Rp 15.000.000
Biaya instalasi dan pemasangan pipa air Rp      150.000
Biaya pegawai tetap @Rp 1.000.000 x 6 bulan Rp   6.000.000
Biaya Listrik  @Rp 100.000                         Rp      600.000
Biaya Transportasi lainnya      Rp   1.000.000
Biaya Produksi  Rp 24.750.000


Kemampuan tumbuh jamur setiap baglog                       
0,4 X 1,80 kg  = 0.72 kg/baglog                       
0,72 X 10.000    = 7200 kg                       
Jika harga jual jamur tiram di pasar per kilogram   Rp.10.000,-               
maka Rp.10.000,- x 7.200 kg  = Rp.72.000.000,- perolehan kotor penjualan jamur tiram segar

Penghasil Kotor – Biaya Produksi  = 72.000.000 – 24.750.000      
Keuntungan bersih (6 bln)              = 47.250.000

Bagi pengusaha budidaya jamur tiram, asalkan di lakukan dilakukan dengan benar bisa sangat menguntungkan. Untuk budidaya jamur tiram bisa dilihat di BUDIDAYA JAMUR TIRAM.
Leer completo...

5 Sifat Ide Bisnis yang Memiliki Potensi Keberhasilan


5 Sifat Ide Bisnis yang Memiliki Potensi Keberhasilan
Bagaimana cara pengusaha dapat membawa produknya menembus pasar? Sebelum menginvestasikan sejumlah uang, energi, dan waktu, pengusaha perlu memiliki ide bisnis yang berwawasan jauh ke depan. Ide bisnis yang berhasil – profitable, cepat mendapatkan izin usaha, dan tidak mahal – memiliki beberapa sifat tertentu.
Berikut lima sifat yang perlu dimiliki oleh sebuah ide bisnis yang memiliki potensi keberhasilan:
Pasar yang besar
Sebuah indikator dari pasar yang besar adalah jika ada produk lain yang tujuannya memberi solusi bagi suatu permasalahan yang sama dari konsumen. Jika ide bisnis seorang pengusaha begitu revolusioner yang bahkan tidak ada satu pun produk lain yang berfungsi sama sepertinya, hal tersebut memberikan tantangan bagi ide tersebut. Bukan berarti ide tersebut tidak bagus, hanya saja akan sulit untuk dieksekusi.
Teknologi manufaktur yang sudah ada
Banyak pengusaha tidak peduli akan realitas manufaktur sampai mereka menyadari keterlambatannya. Produk yang membutuhkan kreasi dari peralatan manufaktur baru sangat menghabiskan biaya. Sebaiknya pengusaha mengontak kontraktor manufaktur untuk menentukan bagaimana produk dari sebuah ide bisnis tersebut dapat dibuat.
Harga jual eceran yang bersaing
Dari harga produksi – manufaktur, pengusaha dapat memperkirakan harga jual eceran produk. Apabila harga jual produk secara signifikan lebih mahal dari produk lain yang sama, maka akan sulit bersaing. Ritel tidak akan mau membeli produk yang harganya tidak sesuai dengan titik harga yang efektif.
Manfaat yang diringkas dalam satu kalimat
Menjual produk adalah menjual keuntungan, bukan menjual ide. Keuntungan adalah apa yang memotivasi konsumen untuk membeli produk tersebut. Manfaat yang ringkas dalam satu kalimat – misalnya, “Dengan Pond’s, Putih dan Bersinar itu Mudah” – memberikan gambaran keuntungan yang jelas bagi konsumen.
Jika seorang pengusaha tidak mampu merinci keuntungan produknya dalam satu kalimat yang jelas, itu bisa menjadi indikator keuntungan dari ide bisnis tersebut kurang kuat atau mungkin tidak memiliki keuntungan.
Petunjuk pemakaian produk yang mudah
Selain mampu menjabarkan keuntungan dari sebuah ide dalam satu kalimat, seorang pengusaha juga harus memastikan bahwa produknya mudah digunakan. Penggunaan simbol pada kemasan produk dapat membantu.
Sebuah ide bisnis akan sulit diterima oleh pasar apabila cara penggunaan produknya terlalu sulit, bahkan hanya akan menambah ongkos produksi. Konsumen ingin masalah mereka selesai dengan solusi yang mudah dalam aplikasinya.
Nah, coba dicek kembali apakah ide bisnis Anda sudah memiliki sifat-sifat tersebut?
Leer completo...